Kamis, 01 Maret 2012

Brownies Pagiku

Mataku masih mengerjap mencari celah-celah cahaya untuk membantu penglihatanku, ketika sang mentari telah beranjak naik. Aku baru saja membuka lembar selimut.
"1 MARET 2012 "
Ini semacam gertakan alam terhadapku, mengingat baru kemarin aku menghadapi 29 FEBRUARI. Datang sekejap dalam bilangan empat tahun sekali.
Sekedar menenangkan hati, kubasahi kerongkongan keringku dengan segelas air yang berada di atas meja samping ranjangku. Aku memang tak akan pernah mampu menyamai perasaan ini.


Memang benar, sepertinya kini aku semacam sedang merindu, dag-dig-dug, lihat jantungku pun berdetak seperti tak normal lagi. Semacam ada tekanan yang membuatnya harus memompa lebih cepat. Haruskah ku terjemahkan semua bahasa ini? Bahasa yang aku sendiri tak mengerti.

Aku juga merasakan perasaan ini. Setahun lalu. Bahkan dua tahun lalu, ketika bilangan tahun berjumlah 365 hari. Bagaimana dengan tahun ini yang berjumlah 366 hari? Haruskah aku meminta padamu sehari dalam tahun ini untuk lepas sejenak dari perasaan rindu ini?

Hhhh.. aku mencoba tak memedulikannya sejenak, ketika mataku yang cokelat menangkap beberapa cup brownies dengan toping kacang. Kuraih satu. Hanya dengan sedikit gigitan, rasa manis mengalir bersamaan dengan pikiranku yang juga berbaur. Ada sedikit rasa pahit di sana, mungkin cokelatnya terlalu banyak, tapi masih tetap terasa nikmat.

BROWNIES pagiku -manis. Namun ada sedikit rasa pahit, seperti manisnya kenangan waktu itu, dan pahit ini ketika dia sengaja pergi. Kemudian aku masih merindu untuk menggambarkan rasa itu. Tepat setelah kepergianmu.


Jember, 1 Maret 2012 (menyambut pagi)

2 komentar:

Suci Irmayanti mengatakan...

Subhanallah....
smkn kreatif saja El menulis^^

EL mengatakan...

Loh ada yang mampir, hehe..
Makasi mbak, masih belajar ^^

Posting Komentar