Sabtu, 17 Maret 2012

Sepenggal Janji (lalu)



Desir pasir dipadang tandus
segersang pemikiran hati
Terkisahku diantara cinta yang rumit


Aku terbenam dalam keramaian, menyaksikan episode yang tercecer di belakangku, aku terus berjalan menapaki hari, meskipun sesekali mata cokelatku sedikit melirik ke arah spion, memastikan tak ada yang akan menggangguku di kehidupan nanti.


Bila keyakinan ku datang
Kasih bukan sekedar cinta
Pengorbanan cinta yang agung
Ku pertaruhkan


Semua telah habis, ketika semua rasa sakit sengaja ku tinggalkan di belakang, kini biarkan aku tumbuh dengan kepakan sayapku yang baru. Kau, orang pertama dan aku harap terakhir kali, orang yang cukup berkata "JANJI" terhadapku. Untuk kemudian di langkah kakiku selanjutnya, aku tak akan pernah mempercayai janji, sekecil apapun itu, aku hanya butuh bukti. Bukan karena efek lampau, tidak! karena aku hanya ingin membedakan kalian dengan para petinggi negeri, hanya obral janji tanpa ada sedikit bukti pembenaran akan janji itu.

Maafkan bila ku tak sempurna
Cinta ini tak mungkinku cegah
Ayat-ayat cinta bercerita
Cinta ku padamu



Ketika baris "perjanjianmu dengan diriNya," dihadapan para wali, disambut hentakan tiga huruf yang aku harap keluar dari waliku, "SAH" kemudian itu hanya sebuah ilusi yang nyata, percayalah, dulu pernah ada impian itu, tapi tidak masa sekarang, kau telah memilih jalanmu sendiri, karena janjimu untukku tanpa persetujuanNya, ikhlas, aku belajar demikian dari Salman Al Farisi.

Bila bahagia mulai menyentuh
Seakanku bisa hidup lebih lama
Namun harus ku tinggal kan cinta
Ketika ku bersujud... 

Ketika bait terakhir lagu ini, demikian pula aku yang telah mencapai titik pemberhentian denganmu, izinkan aku berkata, "selamat tinggal"

Barakallah... semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, aamiin :)

0 komentar:

Posting Komentar