Kamis, 22 Maret 2012

Bahasa Non Verbal


"Kamu ga suka basa-basi ya?" tegurmu suatu ketika.
Dan kemudian lidahku kelu, aku kesulitan menjawab, pias-pias wajahmu menengadah keatas menjaring langit, aku pun mengikuti gerakmu, "entahlah" akhirnya aku melontarkan sepenggal kata.
"Aku tau. Bukan karena kau tak suka basa-basi, tapi karena hadirku disini yang membuatmu kesulitan berbicara, bukankah begitu? Apakah aku terlalu mempesona untukmu?" senyummu mencari celah diantara mata cokelatku.
Segera mungkin aku menghindar dari tatapanmu, aku takut kau memang benar-benar tau, aku hanya membisu.
"Maaf, aku hanya bercanda. Mari pergi!"
Terik mentari menyinari, memayungi hati yang sengaja dibungkus.


Indera pendengaranku kemudian kembali ke alam sadarku, ketika beberapa orang disana menjawab pertanyaan dari wanita muda dihadapanku, “El ini orangnya seperti apa?”
“Pendiam!” lantang kalian mengucapkannya.

Ah, benarkah aku pendiam?

Aku menyandarkan vertebraeku ke sandaran kursi, pergi lagi ke alam bawah sadarku, sepertinya memang begitu, bahkan denganmu saja aku tak banyak menuangkan kata, komunikasi non verbal yang selalu kutujukan padamu, anggukan pertanda sependapat atau mungkin gelengan untuk menolak ajakanmu, dan senyuman sebagai penguat, bahwa aku pernah menyukaimu.

Jember, 22 Maret 2012

0 komentar:

Posting Komentar