Malam, kini kucoba habiskan waktu menyisiri mencari celah cahyamu barang sedikit
Mencari jejak kejelasan yang kan menuntunku pada terang –padamu
Adalah aku pemburumu, menyaksikan dengan mata elang segala tindak-tandukmu, dalam sunyi-bisu aku terpaku melangitkan doa, berharap ijabah dari Allaah Azza wa Jalla, –semoga
Terbersit olehku kau yang terbaik, sadar, aku terlupa bahwa malam adalah malam, keindahan tiada lama, karena esok pagi kan datang, menjerang cahaya dari sang mentari, memberikan sebuah KEJELASAN
Begitukah pula dengan–mu?
Lelaki malamku?
Adakah kau melebur meninggalkan keindahanmu, demi pagi?
Jember, 23 Agustus 2012
0 komentar:
Posting Komentar