Kendaraanku
menepi ke tempat ini lagi, masih dengan suasana dan orang-orang sama yang
menyambut kami, meskipun sambutan yang ku maksud hanya dengan lirikan mata atau
semacamnya. Kali ini aku memilih untuk duduk di atas kendaraan, tangan kanan
kugunakan untuk menopang dagu dan mataku mengedar pandang ke sekeliling.
Nampaknya
telah lama aku tak pernah mengunjungi tempat ini, akankah kursi dan meja tempat
favoritku didepan sana merindu?
Seperti kini ku yang sedang merindu perjumpaan dengan.... setidaknya ini bukan denganmu —Makhluk Mars
Aku
mengulum senyum melihat meja tempatku biasa menghabiskan menu favorit, ketika tanpa sengaja makhluk Mars melihatku, sepersekian detik
mata kami saling menatap. Wajahnya yang cuek masih tertata rapi. Baju kuning
cerah membuat kulitnya yang putih semakin terlihat benderang, apalagi terkena
pantulan neon-neon, ah wajah yang masih sama. Segera ku nyalakan kendaraanku
ketika gadis berambut keriting menghampiri, kulihat kantung kresek mengait di
tangan kanannya —pesanan sudah siap dibawa pulang.
***
Ketika rindu itu
milikmu, sejauh apapun mengelak, rindu akan tetap menghampirimu.
Begitupun dengan dia
yang sengaja pergi untukmu, atas titah Tuhan jika suratan itu milikmu, dia akan
kembali, tunggulah!
Entah cepat maupun
melambat, hadirmu akan menjadi titik terakhir dari penantian.
Jember, 27 April 2012

0 komentar:
Posting Komentar