Kamis, 26 April 2012

Rindu yang Sederhana


Kendaraanku menepi ke tempat ini lagi, masih dengan suasana dan orang-orang sama yang menyambut kami, meskipun sambutan yang ku maksud hanya dengan lirikan mata atau semacamnya. Kali ini aku memilih untuk duduk di atas kendaraan, tangan kanan kugunakan untuk menopang dagu dan mataku mengedar pandang ke sekeliling.

Nampaknya telah lama aku tak pernah mengunjungi tempat ini, akankah kursi dan meja tempat favoritku didepan sana merindu?
Seperti kini ku yang sedang merindu perjumpaan dengan.... setidaknya ini bukan denganmu Makhluk Mars 


Aku mengulum senyum melihat meja tempatku biasa menghabiskan menu favorit, ketika tanpa sengaja makhluk Mars melihatku, sepersekian detik mata kami saling menatap. Wajahnya yang cuek masih tertata rapi. Baju kuning cerah membuat kulitnya yang putih semakin terlihat benderang, apalagi terkena pantulan neon-neon, ah wajah yang masih sama. Segera ku nyalakan kendaraanku ketika gadis berambut keriting menghampiri, kulihat kantung kresek mengait di tangan kanannya pesanan sudah siap dibawa pulang.
                                                                       ***


Ketika rindu itu milikmu, sejauh apapun mengelak, rindu akan tetap menghampirimu.
Begitupun dengan dia yang sengaja pergi untukmu, atas titah Tuhan jika suratan itu milikmu, dia akan kembali, tunggulah!
Entah cepat maupun melambat, hadirmu akan menjadi titik terakhir dari penantian.

Jember, 27 April 2012

0 komentar:

Posting Komentar